Pekalongan (02/08/2024) Biopori resapan air adalah metode pengelolaan air hujan yang bertujuan untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air dengan membuat lubang atau pori-pori di dalam tanah. Biopori resapan air umumnya berbentuk silinder vertical dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 100 cm atau lebih. Namun untuk biopori rumahan ini berukuran 4 inch dengan kedalaman 50 cm. Biopori rumahan ini diperlukan di Desa Proto, mengingat Desa Proto sendiri masih rawan terjadi banjir. Maka dari itu pemasangan biopori rumahan sangat peting guna mengurangi risiko terjadinya banjir di Desa Proto. Hal ini lah yang mendasari mahasiswa KKN UNDIP memberikan pelatihan mengenai pembuatan biopori dan pemasangan biopori.
Program ini merupakan rangkaian program kerja monodiplin Muhamad Fachril Zidan Mumtaz, mahasiswa Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur dari KKN TIM II 2023/2024 UNDIP. Program ini dilaksanakan dua sesi, sesi pertama dilaksanaka pada tanggal 1 Agusutus 2024 di Balai Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Adapun untuk sesi kedua dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2024 di Dukuh Karangasem, Desa Proto. Program ini diikuti oleh perwakilan RT, RW, serta keamanan setempat.
Pertemuan pada sesi pertama membahas mengenai biopori itu sendiri. Materi pada sesi pertama ini mencakup beberapa informasi mengenani penjelasan singkat biopori, bagaimana sistem biopori bekerja, manfaat biopori, tujuan biopori, dana pembuatan biopori, dan pelatihan pembuatan biopori. Setelah pemaparan materi sudah selesai, dilakukan sesi tanya jawab. Dilanjut sesi kedua pada tanggal 2 Agustus 2024, rangkaian acara pada sesi kedua ini diawali dengan kumpul bersama di Balai Desa Proto untuk menjelaskan titik-titik penempatan biopori yang akan dipasang. Kemudian berangkat bersama ke titik penempatan dan memasag 14 biopori di Dukuh Karangasem.
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi terkait biopori resapan air kepada perwakilan RT, RW, serta keamanan setempat. Hal ini disebabkan oleh seringnya banjir terjadi di Dukuh Karangasem, sehingga dengan adanya biopori ini dapat mengurangi risiko terjadinya banjir di Desa Proto. Pelatihan pembuatan dan pemasangan biopori ini diharapkan masyarakat dapat membuat dan memasang biopori rumahan di masing-masing rumah mereka.
Penulis : Muhamad Fachril Zidan Mumtaz (40030520650111) - D4 Teknik Sipil dan Arsitektur
DPL : Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom
Lokasi : Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Universitas Diponegoro, Semarang
Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler 2023/2024